stayhere

kita selalu merasa kehilangan
meski kita tak pernah memiliki

segala yang dimiliki

milik Sang Pemilik

termasuk segala liku hidup kita

sampai pada sudut-sudut kecil yang tak terlihat

untuk-Nya-lah aku selalu menanti

menanti di sini...

December 31, 2005

masih ada yang tak terlena

Gemerlap Tahun Baru

Gemerlapnya warna-warni semarakkan hari ini

Aku melihatnya dari rumahku

"Mmm..kamu sudah punya baju baru Nak? Tahun baru harus punya pakaian baru." tante diseberang rumah berkata.
"Ayo Ma, belikan aku petasan yang banyak dan terompet yang paling nyaring jika dibunyikan, nanti malam kita mesti terjaga." kata adik kecil di sana.
"Hari ini hari luar biasa. Ayo kita berpesta!" kata mereka.

Kalender baru sudah mulai digantung dan kalender lama yang tinggal selembar sudah dilempar...
Malam ini malam tahun baru,, mari kita mulai kehidupan baru..

Bah!! Persetan dengan tahun baru
Setiap tahun bagiku sama saja
Selalu sama

Selama kalian yang bergelimang harta masih tak peduli pada yang papa
hanya bisa tertawa
dan diriku pun seolah masih tetap tak peduli..
Sepertinya aku sudah tak punya hati
Aku tak bisa buat apa-apa.. hanya bisa bicara..

Tapi tunggu dulu!

Dari jendela aku melihat..
Sementara kita terlena...
di sudut komplek rumahku,
di rumah kecil yang terimpit diantara deretan rumah mewah tetanggaku dan rumahku
di sana ada keluarga yang berdoa..bermunajat..muhasabah..merapatkan barisan memohon padaNya..
tak peduli lapar di perut.. pastinya hati mereka jauh lebih kenyang..

Aku ingin menyambung barisan itu agar tak terputus...
Tapi aku hanya bisa menonton dg harapan pupus..

Iie

Iie, ano hito wa watashi no koibito dewa arimasen

Bukan untukku

Dia yang kutunggu sepanjang masa

Kini hadir tiba-tiba

Sayangnya hadirnya bukan untukku

Namun untuk yang lain, dia bukan untukku


-nellie

December 18, 2005

maafkan..

Ada gambar diriku di matamu
di lensanya ada amarah
kau kecewa
ada lukisannya di iris matamu
siapa yang lukis?
Hatimukah?

Ada gurat-gurat lelah
semburat sayu, kuyu sesekali terlihat
terpahat jelas di sana
siapa yang pahat?
Hatimukah?

Jika mata cerminan hati
dan lewatnya tergambar jelas tangis, jerit, tawa, sesal hati

lewat mataku pula aku memohon maaf

hampa = kosong
hampa = tak ada
hampa = tiada


hampa
meski dunia ini penuh
bising menjalar menyeluruh
amat gaduh

hampa ini bagai mati
pikiran dan hati ini terkunci

lelah hati hinggapi
buatku ingin sudahi
pergi jauhi hiruk pikuk bumi
ingin sendiri

aku tak tahu mau apa
dan apa yang kucari sebenarnya

adakah yang tahu??
mau bantu??

14 des 2005

09:45


Wanita itu masih muda
usianya belum mlagi kepala dua

siapa nyana ia begitu dewasa
meski tak hilang sifat manja

Ia menghamba pada sang khalik
tiada hanya di saat pelik

Ia matang ditempa hidup
menyala, semoga tak kunjung redup

Mendengarnya bicara hidup
telinga mulut tak terkatup

Satu kesan pertama
ketika ramah ia menyapa

Aku amat suka senyumnya!!

10:50


baru saja aku lihat di kotak maya

Nelayan tua duduk menyapa
tangan tuanya tetap asik menganyam jala

meski mungkin esok tak lalui angin darat
karena tak ada minyak untuk melaut

meski tubuhnya ringkih layu dimakan masa
ada jiwa yang tak kunjung kering di dalamnya

tak sedikit pun meranggas
akan harap masa tuanya

aku suka semangatnya!!


andai bisa berbuat sesuatu untuknya

09:58



Doa ini tembang asa
jalan tempat pinta

Meski tiada kunjung tiba
tak kan putus hamba berdoa

Doa ini tembang asa
jalan tempat pinta

Segala asa, segala rasa
tiada batasannya....




--jangan pernah bosan berdoa

10:09

Sungguh rindu ini menggelegak
dalam rongga kesendirian

Ada hati yang merana


lalu berucap lirih

mengadu pada alam
pada khayalan
pada harapan
pada keinginan
pada pinta
pada diriNya

kemudian
mengumpul sisa harap
bahwa ia masih di sana
juga merindu..

sama seperti aku!

jika tidak maka tak apa

karena ini semua tiada bersyarat..

10:15

Dia ada dijalan
mencari cinta yang tak kunjung tiba
mungkin memang sebab sudah tak ada
tak tersedia

dirasanya begitu mahal harga cinta

harga segenggam berkorban nyawa

Jika harus ku korban cinta
aku rela meninggal nyawa

tapi tidak jiwa..

jiwa ini ruang cinta

December 13, 2005

egois

semua ingin didengar


tanpa pernah mau mendengar

menderu masa depan waktu

Ini aku
terus menderu masa depan waktu


ada ratusan sendu, bahkan ribuan pilu
rangkaian hal lalu yang tak perlu dirindu


tak peduli lagi ketika sakit menyambar
menulang raga


ketika tangis mencudik sedikit demi sedikit hati
kelewat tragis


dan ribuan seru masa lalu menrindu


Ini aku
terus menderu masa depan waktu


13 12 05

dalam namaMu

kalau harus ku mati detik ini


aku ingin mati dalam namaMu

December 11, 2005

penantian perempuan

"penantiannya kekal, karena ia adalah hati yang berusaha untuk tidak menyerah kepada akal"



Penantian perempuan ini bukan silau warna api yang sembunyikan geram


bukan warna kelam suram semu temaram


atau sewarni indah langit biru yang kemudian memerah


warna ini warna kesabaran penantian


ada yang bilang ini warna perjanjian


11 12 05

December 08, 2005

bukan itu... tetapi...

Bukan gaung tawa ketika suka

Bukan lorong tempat kegelapan tercipta

Bukan sebatas rindu tak punya makna

Hanya sedikit waktu bersama sebelum dapat selamanya

08 12 '05

tak sepenuhnya

Kurasakan lain

Ada setitik noda hitam tersembunyi disana'

Kurasa...

kau tidak sepenuhnya jujur padaku

sendiri

Izinkan aku menangis
di sudut gelap hati ini

sendiri ...


Agar tak lukai senyum ini
Agar tak bungkam tawa ini
Agar nyala mentari tetap sehangat salam ini
dan seutuh kisah diri ini


Izinkan aku menangis
di sudut gelap hati ini

sendiri ...


Agar kau tak perlu tahu
Agar dia tak perlu tahu
Agar kalian tak perlu tahu
Agar kuntum tetap kuncup
diam tak beri tahu


Izinkan aku menangis
di sudut gelap hati ini

sendiri ...


Meski kau, dia, kalian
tiada peduli

dan

cukuplah diriku saja
yang peduli

06 12 '05

Kutitipkan padamu

Nak, senja ini aku pergi

Mungkin petang nanti aku kembali
Jika aku tak kunjung datang
Jaga adik perempuanmu
Kutitip ia padamu
Sebab dunia ia tak tahu


Ajari ia hal-hal yang telah kami lalui
dan kami dendangkan padamu malam hari


Bagaimana kisah ini melagu
Bagaimana alur hidup ini melaju

Seni indah hidup cinta kau
juga kami; aku-ayahmu

Senyum tawa kita
kala pangan tak lagi tersedia

Tangis bahagia
kala berkahNya datang tak dinyana

Ketika hidup ini seringkali
tiada seindah harapanmu
tak sewarna anganmu
Tiada kunjung kita sudahi hidup ini


Kutitip ia padamu Nak,

Agar kau bisa tumbuh bersamanya
Agar kau dapat juga belajar darinya
tentang indah tanggung jawab
Rahasia kedewasaan
dan berbagai seni kehidupan


Kutitip ia Nak,
Tugasmu
Mewarnainya dengan kebaikan
Melindunginya kala ia dilanda ketakutan
Menyiapkannya hadapi realita kehidupan


Nak, jaga baik-baik adik perempuanmu
Saat hari yang tak terduga tiba
Pasti masanya akan tiba.... pasti..
Ketika kami telah tiada

04 des '05

December 02, 2005

diriku yang lain mati

Hari ini akan ada pertumpahan darah

Siapa dengan siapa?

Diriku dengan diriku yang lain

kukirim selalu..

Ku kirim sepucuk surat untukmu ibu
Tak lebih dari sehelai kertas berisi untaian kataku

Terima kasihku untukmu



Tuk semua lelahmu



Tuk seluruh amarah dan kesabaranmu



Tuk setiap tetes peluh

darah

airmatamu



Tuk limpahan kasih sayangmu



Ingin selalu ku sapa dirimu

Lewat untaian senyum termanisku :)


^_^

dimanapun aku, sedang apapun... kan kukirim selalu

bakar...bunuh...mati

Mau terus aku menginjaki bumi

Hatimu menulang karena uang
Berdirimu pongah

Kau tulikan tuntutan hak dan rasa
Meghentak kelembutan jadi kekerasan
Buat mataku makin akrab dengannya

Maka api perang membakar tanahmu
Gunung serta lembah menghawa dendam

Asap mengepul dari tiap kediamanmu
Angkasa bergetar karna amarah..

dentum halilintar pekikan BUNUH



Dan jika mentari turun
Samar dibelakang menguap darah

Dia menerima erangan mati
Sebagai tanda pisah penghabisan



---

thx buat yang sudah banyak memberi inspirasi warna tulisan..

tulisan memang tidak harus telanjang,,, tapi ke-tidak telanjang-an membuat tulisan semakin memiliki kekuatan (bagiku)...

yang terpenting adalah menulis dengan hati... :)