stayhere

kita selalu merasa kehilangan
meski kita tak pernah memiliki

segala yang dimiliki

milik Sang Pemilik

termasuk segala liku hidup kita

sampai pada sudut-sudut kecil yang tak terlihat

untuk-Nya-lah aku selalu menanti

menanti di sini...

November 25, 2005

jalan-jalan di kota

Sengaja aku datang ke kota
Sebelum Senin aku tiba

Jalan-jalan di tengah kota
tampak asing terasa
Rupanya sudah berganti rupa
Tak mengerti aku lekuk jalannya

Ku coba saja belok kanan..
hmm.. dada bersliweran
segera ku palingkan wajah..
billboard tak senonoh dipajang

ku lalu mengambil jalan kiri
lagi-lagi.. paha putih mulus dipertontonkan
tanpa rasa rugi
sang wanita berlenggak-lenggok menggoda

lantas aku terus melaju
sampai di persimpangan depan
aku menerobos

akhirnya.. aku lihat kerudung di sana..
besar harapan di dada..
tapi,,

semakin dekat aku kecewa..
pakaiannya layaknya pakaian senam saja...
penuh lekuk dimana-mana..


**semoga aku tak menjadi bagian dari mereka...
amin.. lindungi aku ya Rabb..

_nellie keren

diriku ini teramat hina
tak berharga
penuh noda dan tercela

tugas ppkn

saat jarak; pemisah yang menyatukan

Ada rintih
di tanah ibu pertiwi
terisak air mata
namun tlah kering


saat jarak; pemisah yang menyatukan

Kemarin ada kabar
GAM menyerbu
Fretelin menyerah
Poso dan Ambon berdarah
Madi bertingkah
Sampit dan Madura beradu
itu kata ayahku yang seorang serdadu


saat jarak; pemisah yang menyatukan

Ada getar haru
Ketika akhirnya
kau sarungkan senjatamu
kau kendalikan egomu
kau merasa jadi satu
Semoga tidak hanya sekali waktu


saat jarak; pemisah yang menyatukan

Ada pelangi cerah
di balik merah putih
akhirnya negeriku
tak lagi sendu
atau; bahkan
segelap gerhana

_nellie..


saat jarak; pemisah yang menyatukan
jarak antar pulau yang ternyata menjadikan Indonesia sebagai negara kepulawan..

spenggal bait menyala asa

Setiap habis kurampungkan sepenggal bait...
Rerumput meninggi..
Tertiup kian condong ke barat
Jangkau labirin siang dan malammu yang semakin tak kentara...

Tak ada yang menyangka kau mampu merunut kata
Menyalakan cinta

Sebab bening matamu begitu jauh; seperti menghuni tebing-tebing kenangan,
ada juga bayang rindu..
dan mulutmu tak pernah berkata

Hanya saja
pada matamu ada syahadah cinta..
Penamu menggores sambil merajah
Tertulis di sana..
Sebenarnya aku mencintaimu..
Hanya saja aku tidak mengatakannya

November 18, 2005

ingin kembali temui

Aku rindu

rindu dirimu Alexandria

Aku rindu

rindu dirimu Alexandria

Harum tanahmu mengundangku
Lekat pandangmu menatapku

Aku rindu

rindu dirimu Alexandria

Aku rindu

namun kumohon izin terlelap
biar terlelap sekejap

berselimut beludru
sewarna lumut dirimu Alexandria

Aku rindu

rindu padamu Alexandria

namun biar aku terlelap untuk terjaga
sambil menguntai kenangan kita


sungguh aku rindu...

izinkan aku kembali padamu...atas izinMu//



egypt ap....

untukmu calon penghuni rahimku

Terbayang kelak wajah putriku
Kuajar jari mungilmu
menguntai manik
Lincah torehkan tinta emasmu pada kalimatNya
Lidahmu tak boleh kelu lantunkan ayatNya
Kubuat kau tahu bahwa panggilan cinta
Tiada ditahan kabut pagi hari ; menguap lalu pergi
Agar tak sia kau jadi wanita

Sulamkan sulaman cinta sehalus sutera
Lukiskan kalimat terindahNya
Lantunkan ayatNya seirama


Ini puisi sayangku, Nak
Puisi cinta penuh restu
untuk kau anakku..





panggil aku 'ummi'

Kau diam

Terkapar senja
bermuram durja
Halaman dalam warna merah jingga
Kala itu kau sampai di pintuku
Tapi kau bisu
Sapamu rasukuku dalam sepi... diam...
hening...tak bergeming..




sedang marahkah kau padaku?

November 16, 2005

Aku Percaya

Aku selalu ingin percaya
Bahwa ada yang mendambaku
Ksatriaku
Tidak sekedar merayu
atau umbar dustanya

Aku selalu ingin percaya
Bahwa ada cinta untukku
Cinta dari ksatriaku
Hangat.. mampu lelehkan my frozen love**

Aku selalu ingin percaya
Tlah tercipta ksatriaku
yang kucuri tulang rusuknya
Tuk wujudkan hadirku

Aku selalu ingin percaya
Ksatriaku hadir
Tak perlu ia membawa apa
Cukup keberanian tanda ia betul ksatriaku

Aku selalu ingin percaya
Ia rebahkan seluruh lencana kebanggaannya
Tanda dirikulah kebanggaan utamanya

Aku selalu ingin percaya
ksatriaku bertutur mesra
jauh dari noda dusta

Aku selalu ingin percaya
Ksatriaku berbalut jubah kasih
tak pernah membuat perih

Aku selalu ingin percaya
Ia tlah tercipta
dan akan hadir menjemput

Aku selalu ingin percaya
tak pernah ingin meragu

buat aku percaya...

**I always think love is blue (cold...freeze) and red for romance...

kau tak mengerti

Aku sedang sendu
Aku sedang rindu

Laksana sang kelabu
Argh... sepi
Terpasung sendiri
Saat ini
Aku sendiri

Aku sedang sendu
Aku sedang marah

Rahasiamu
Tak kau bagi padaku
Katamu ku malaikatmu
Cih.. kau ingkar janji padaku

Aku sedang sendu
Aku sedang marah
Aku sedang cemburu

Ada luka disini
yang tak kau ketahui
kau buta mata hati
dan kau tak dapat selami
jauh ke dalam lubuk hati

Aku sedang sendu
Aku sedang marah
Aku sedang cemburu
karenanya aku pergi

Tak peduli lagi
Aku pamit pergi
Bersama matahari
Jauh dari sisimu
Yang tak membutuhkanku
Tak ingin lagi dekat

Kau tak peduli padaku
Aku pun lebih tak ingin peduli padamu


tak bisa kah kau sedikit lebih peka wahai pujangga cinta?

atau kau tak tahu bagaimana mencinta?

Hentikan!!

Tidakkah kau bosan berucap cinta?
Katamu cinta
Tapi tak pernah kurasa sentuhnya

Kata cinta tak murah sayang
ia tak pernah berlabel 'sale'
atau dipajang di etalase
Bukan sekedar ucap picisan
yang miskin tanggung jawab

Aku ingin tanya
sudah berapa banyak bening hati gadis yang kau koyak
Dengan bisik sayangmu
Dengan halus sapamu
Dengan indah sanjungmu
Dengan segala dusta terselubung segala cinta

Hahaha..
Kami pun bersalah
Mungkin kamilah gadis berhati lemah yang mudah luluh dengan
segala tutur palsumu

Tapi tahukah kau
Kau tlah sakiti aku..
wanitamu..
Dengan segala rayumu

Kau buatku malu
bersanding denganmu
meski aku menyayangmu
sungguh aku malu

Kalau kau mulai merayu
ingin kusumpal telingaku
Dengan tangis adikku
Biar saja
Bagiku tangisnya suci
jauh lebih indah
Dari sekedar rayuan palsu tak tahu malu dari mulutmu

Aku ingin kau tahu
Siapapun dirimu
Bahwa cinta tidak sekedar kata...ia lebih dari itu...

November 09, 2005

Tiada kata indah seindah kata ukhuwah.. dalam sebuah jalinan persaudaraan Islam... jalinan yang abadi disisi Tuhan.. berawal dari sebuah perkenalan... semai,tumbuh mekar berbatang serta berdahan.. berhiaskan ranting dan rerimbun dedaunan.. berbuahkan cinta suci karena Tuhan.. damai kalbu sejuk terasa indah di pandang.. kunantikan janjimu kuberharap padamu keberada diantara tujuh golongan yang kau lindungi.. tempatkanlah diriku.. dudukkanlah diriku di atas mimbar yang terbuat dari cahaya-Mu..........

November 07, 2005

pergi ramadhanku

Terjalar pelangi diiris gerimis
Senjapun merangkak tinggalkan mentari
Gempita Ramadhan redup, tersisa tangis insan bertaqwa
Kini, Samudera Syawal menyapa
Khilaf dan lalai membuncah jadi sahifah diri ini
Taqobalallahu minna wa minkum wa antum bi khair
Shiyamana wa shiyamakum

November 01, 2005

cerita tentangku, olehku

sebuah penggalan

Si gadis cilik berusia 15 tahun sekarang dan tibalah baginya untuk mengucapkan selamat jalan bagi kehidupan bocah yang ceria. Meminta diri pada pelukan orangtua...
Berlalu....
berlalulah keremajaannya yang riang gembira...
Berlalu segala hal yang menjadikan kehidupan bocahnya bersuka cita..
Ia merasa masih begitu bocah dan memang demikian adanya.
Namun, tak ada toleransi yang diberikan dunia
Kehidupan talah meletakkan dirinya dengan tanpa ampun dalam susunan orang dewasa
Dan dia sendiri, yang merasa tak ada selokan cukup lebar untuk dilompati, tak ada pohon yang cukup tinggi untuk dinaikinya; yang tak pernah berjalan, dan selalu berlonjakan di padang rumput.
Sekarang ia harus tenang, terkendali sebagaimana mestinya wanita-wanita dewasa.
Ia kini sebutir permata, bila ia pendiam, bicara hanya bila benar-benar perlu dengan suara berbisik, tertawa, halus tanpa suara tanpa membuka bibir. Mungkin memang berlebihan
Kadang ketidaksiapan menerpanya
Dalam kepalanya ratusan pikiran yang memberontak menggema... terwujud lewat lelehan air mata yang mengalir hangat ke dadanya.
Buah itu belum masak, kalaulah sudah.. takkan berlama-lama dalam kebimbangan..
Dengan damba luar biasa, ia berkata... "Aku siap menjadi wanita dewasa"

Kehidupannya berjalan terus.. kadang murung.... kadang bertabur kegembiraan...

Tidaklah benar bahwa hidup ini sama sekali muram tanpa warna..
ada orang-orang yang menyayang dan mencintainya, sebagaimana ia kepada mereka. Dan pada orang-orang itu, ia menggantungkan diri dengan seluruh hatinya. Orang-orang yang dapat memandangnya dengan begitu mesra dan setia, tangannya dapat membelainya begitu lembut. Sedang kedua belah tangannya yang kuat itu dapat memeluk leher dan bahunya begitu hangat, namun penuh perlindungan. Begitu banyak perhatian-perhatian lembut terpancar dari kesudiannya.
Waktu dan jarak memang bisa membuat keajaiban-keajaiban..

Mata ibunya telah bergambar hitam, nampak jelas kelelahan yang dirasa, dan si adik kecil yang menyebabkannya, kini mulai menjadi tanggung jawabnya.
namun, bukan hal mudah mengurus si adik kecil. berteriak-teriak tinggi rendah memanggil-manggilnya. Sekejap kilat ia sudah ada di dekatnya. dan dengan lembut digendongnya si adik sampai kembali terlelap.
Bukankah ia dahulu juga begitu kecil dan tak berdaya seperti si adik? Dan tidaklah ibunya dahulu membanting tulang untukny?
Ia menyadari bahwa pengorbanannya tak seberapa. bahwa ia harus menyatukan hati-hati yang terluka dan terpisah..

Dan inilah jiwa//
yang sampai sejauh ini hidup asing satu sama lain
kini sampai pada titik-titik pertemuan
dan bersama-sama hidup dalam satu keutuhan...



nayl_awthar

janjiku

aku tak ingin menjanjikan apapun kepada kalian
tak akan...
karena tak tahulah..
apakah aku bisa penuhi janjiku atau tidak..