stayhere

kita selalu merasa kehilangan
meski kita tak pernah memiliki

segala yang dimiliki

milik Sang Pemilik

termasuk segala liku hidup kita

sampai pada sudut-sudut kecil yang tak terlihat

untuk-Nya-lah aku selalu menanti

menanti di sini...

November 01, 2005

cerita tentangku, olehku

sebuah penggalan

Si gadis cilik berusia 15 tahun sekarang dan tibalah baginya untuk mengucapkan selamat jalan bagi kehidupan bocah yang ceria. Meminta diri pada pelukan orangtua...
Berlalu....
berlalulah keremajaannya yang riang gembira...
Berlalu segala hal yang menjadikan kehidupan bocahnya bersuka cita..
Ia merasa masih begitu bocah dan memang demikian adanya.
Namun, tak ada toleransi yang diberikan dunia
Kehidupan talah meletakkan dirinya dengan tanpa ampun dalam susunan orang dewasa
Dan dia sendiri, yang merasa tak ada selokan cukup lebar untuk dilompati, tak ada pohon yang cukup tinggi untuk dinaikinya; yang tak pernah berjalan, dan selalu berlonjakan di padang rumput.
Sekarang ia harus tenang, terkendali sebagaimana mestinya wanita-wanita dewasa.
Ia kini sebutir permata, bila ia pendiam, bicara hanya bila benar-benar perlu dengan suara berbisik, tertawa, halus tanpa suara tanpa membuka bibir. Mungkin memang berlebihan
Kadang ketidaksiapan menerpanya
Dalam kepalanya ratusan pikiran yang memberontak menggema... terwujud lewat lelehan air mata yang mengalir hangat ke dadanya.
Buah itu belum masak, kalaulah sudah.. takkan berlama-lama dalam kebimbangan..
Dengan damba luar biasa, ia berkata... "Aku siap menjadi wanita dewasa"

Kehidupannya berjalan terus.. kadang murung.... kadang bertabur kegembiraan...

Tidaklah benar bahwa hidup ini sama sekali muram tanpa warna..
ada orang-orang yang menyayang dan mencintainya, sebagaimana ia kepada mereka. Dan pada orang-orang itu, ia menggantungkan diri dengan seluruh hatinya. Orang-orang yang dapat memandangnya dengan begitu mesra dan setia, tangannya dapat membelainya begitu lembut. Sedang kedua belah tangannya yang kuat itu dapat memeluk leher dan bahunya begitu hangat, namun penuh perlindungan. Begitu banyak perhatian-perhatian lembut terpancar dari kesudiannya.
Waktu dan jarak memang bisa membuat keajaiban-keajaiban..

Mata ibunya telah bergambar hitam, nampak jelas kelelahan yang dirasa, dan si adik kecil yang menyebabkannya, kini mulai menjadi tanggung jawabnya.
namun, bukan hal mudah mengurus si adik kecil. berteriak-teriak tinggi rendah memanggil-manggilnya. Sekejap kilat ia sudah ada di dekatnya. dan dengan lembut digendongnya si adik sampai kembali terlelap.
Bukankah ia dahulu juga begitu kecil dan tak berdaya seperti si adik? Dan tidaklah ibunya dahulu membanting tulang untukny?
Ia menyadari bahwa pengorbanannya tak seberapa. bahwa ia harus menyatukan hati-hati yang terluka dan terpisah..

Dan inilah jiwa//
yang sampai sejauh ini hidup asing satu sama lain
kini sampai pada titik-titik pertemuan
dan bersama-sama hidup dalam satu keutuhan...



nayl_awthar

0 Comments:

Post a Comment

<< Home